Laporkan Tayangan TV Tidak Sehat ke Rapotivi

Seringkali saya melihat acara TV yang menurut saya tidak mendidik dan malah punya potensi merusak mental. Ambil contoh sinetron yang mengedepankan adegan rumpi, saling cemooh, setan-setanan atau malah jahat-jahatan. Bahkan niat jahat tokoh di sinetron digarap berlebihan dan kesannya jahat banget.

Lebih parah jika tokoh utama dalam sinetron digambarkan bergelar religius tapi ternyata punya sikap yang tidak sepatutnya, misalnya suka mengejek, mencemooh, ngerjain orang lain, bahkan kadang cenderung jahat. Walau pun maksud dari sinetron tersebut cuma untuk hiburan dan lucu-lucuan, tapi bayangkan saja jika itu menjadi kelumrahan di masyarakat dan dijadikan acuan pembenaran. Belum lagi anggapan masyrakat bahwa seseorang dengan gelar religius tapi ternyata rusak tingkahnya. Anda rela?

Ironisnya acara-acara tidak sehat ini ditayangkan di jam tayang utama (prime time) dimana pada jam segitu sangat banyak pemirsanya. Tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak dan remaja. Tentu saja dampak negatifnya akan tertularkan lebih luas lagi.


{ Logo dipinjam dari rapotivi.org }

Jika Anda prihatin terhadap acara-acara tidak sehat seperti ini, Anda dapat melaporkannya dengan aplikasi Rapotivi yang dapat didownload dari Google Play atau langsung mengisi formulir online di Rapotivi.org.

Selain dimuat di rapotivi.org, Aduan Anda akan diteruskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Semoga aduan Anda dapat turut memperbaiki kualitas tayangan TV di Indonesia.

Jika menurut Anda rapotivi.org ini bermanfaat, silakan sebarkan juga di blog Anda. Terima kasih.

Video Cara Instalasi BlackBerry Blend di PC

BlackBerry mengeluarkan solusi untuk membaurkan smartphone BlackBerry dengan PC atau tablet dengan BlackBerry Blend. Dengan BB Blend kita bisa SMS, BBM, Email, mengatur jadwal dan mengelola file di smartphone dari PC. Bagi saya ini sangat mengasyikkan.

Kalau Anda punya smartphone BlackBerry dengan BB OS 10, maka Anda harus mencoba fitur keren ini. Caranya bisa dilihat di video berikut:

Apple MacBook Air 13″

Beberapa hari yang lalu saya tidak bisa tidur karena galau. Rasanya sudah saatnya saya punya MacBook Air. Saya membayangkan seandainya saya punya MBA, maka saya bisa mengedit multimedia (foto, video dan musik) dengan baik, hal mana tidak bisa saya lakukan dengan hardware dan software yang saya punyai sebelumnya. Menurut pemikiran sederhana saya, MacBook Air plus OS X Yosemite adalah paduan yang sempurna untuk hal tersebut.

Jadi kemudian saya memutuskan menjual Samsung Ativ Book 9 Lite saya yang serba nanggung spesifikasinya itu dan langsung ngabur membeli MacBook Air. Untunglah kemarin di mall depan RS ada Infinity yang menjual MacBook Air. Saya menculik Pak Anto untuk menemani membeli MBA.

Nyobain kamera MBA

Nyobain kamera MBA

Jujur saya bingung saat mau beli. Soalnya mahaaal… huhuhu… Mau beli MBA 11.6″ yang lebih murah tapi kemudian terbayang bakal tersiksa kalau harus coding di layar 11.6″. Keunggulan yang 11.6″ memang di bentuknya yang kecil dan tentu saja lebih ringan, akan asyik ditenteng kemana-mana. Tapi resolusinya lebih rendah dari pada yg 13″.

Sedang di test

Sedang di test

Jadi saya memutuskan untuk membeli yang 13″. Tentu saja kredit, xixixi… Tapi senangnya adalah karena kredit 12 bulan tanpa bunga, horeee…

Hari ini saya menginstall beberapa aplikasi yang dibutuhkan seperti XAMPP, Geany (ini editor andalan selama di Ubuntu), Skype, Chrome dan tentu saja… Transmission, xixixi… Tentu saja tidak lupa konfigurasi semua hal yang terkait dengan pekerjaan karena MBA bakal menjadi notebook utama saya.

Install2

Install2

Banyak hal yang perlu dipelajari karena banyak perbedaan dibanding dengan Ubuntu. Dan tentu saja lebih banyak lagi perbedaan dibandingkan MS Windows. Syukurlah saya punya teman hacker yang baik hati yang dengan sabar mengajari saya install beberapa aplikasi. Terima kasih yaaa…