Auto Gardening Part 6: How to Make

Mungkin Anda membutuhkan bantuan Auto Gardening (aka. Garduino) ini untuk membantu Anda dalam berkebun. Jika demikian, Anda dapat membuatnya sendiri. Cara buatnya tidak sulit kok. Anda cukup merangkaikan beberapa komponen dan meng-upload code. Dalam proyek ini saya menggunakan Arduino Nano yang bentuknya kecil dan mudah ditancapkan di breadboard. Namun pada dasarnya Anda dapat menggunakan tipe Arduino yang lain.

Jika Anda tidak suka menyolder, maka Anda bisa membangunnya di breadboard.

Merangkaikan Sensor-sensor

Pada proyek Auto Gardening ini saya menggunakan 3 sensor dari DFRobot. Asyiknya adalah karena ketiga sensor ini sudah didesain kompatibel dengan Arduino. Tinggal colok saja. Ke-3 sensor tersebut adalah Soil Moisture Sensor, Ambient Light Sensor dan Digital Humidity dan Temperature Sensor. Berikut adalah rangkaiannya.

Rangkaian Sensor-sensor

Rangkaian Sensor-sensor

Tampak dari gambar rangkaian di atas kalau Sensor Soil Moisture dihubungkan ke pin A0 dan sensor Ambient Light Sensor ke A1. Kedua sensor ini bekerja dengan sistem analog, sehingga dihubungkan ke pin Analog di Arduino. Cara pembacaan kedua sensor ini bisa dilakukan dengan analogRead().

Sedangkan sensor DHT11 (Digital Humidity and Temperature Sensor) bekerja dengan serial interface. Saya menghubungkannya ke pin D10. Untuk pembacaan sensor ini dibutuhkan library DHT11 yang bisa diambil dari: A DHT11 Class for Arduino.

Continue reading

Auto Gardening Part 5: The PCB

Setelah berhasil membuat prototype di breadboard, tibalah saatnya untuk membuat produk finalnya, yaitu di PCB (Printed Circuit Board). Pemindahan prototype ke PCB adalah supaya circuit Auto Gardening (aka. Garduino) ini bisa lebih permanen, fix dan menjadikannya lebih stabil.

Prototype to PCB

Prototype to PCB

Setelah mendesain PCB dan memesan ke pihak luar, saya merakit Auto Gardening sesuai prototype. Berikut adalah hasil akhir Auto Gardening di PCB.

Auto Gardening on PCB

Auto Gardening on PCB

Continue reading

Auto Gardening Part 4: The Code

Melanjutkan tulisan tentang Auto Gardening, kali ini saya akan menuliskan tentang code-nya. Saat ini Auto Gardening diprogram untuk membaca 3 buat sensor. Namun baru 1 output, yaitu LED merah yang akan berkedip saat suhu mencapai level yang telah ditentukan.

Oh iya, batasan/ambang suhu, batas bawah penyalaan pompa dan batas atas penyalaan pompa bisa diset dan nilainya disimpan di EEPROM sehingga akan tetap tersimpan di Arduino walau pun power supply dimatikan.

The Codes

The Codes

Berikut code-nya: Continue reading

Makers Weekend 4th at Make.do.nia

Hari Sabtu (22/02/2014) kemarin Make.Do.Nia mengadakan acara Makers Weekend 4th dengan tema Hacking Gardening vs Arduino. Saya membawakan “show and tell” Garduino (Gardening + Arduino) yang kini telah masuk ke versi 2014, yaitu AutoGardening.

Make.Do.Nia Makerspace Jakarta

Make.Do.Nia Makerspace Jakarta

Sayangnya sabtu kemarin hujan turun sangat deras dan mengakibatkan banjir di banyak daerah Jabodetabek sehingga banyak peserta yang sudah reservasi tidak bisa datang. Namun walau pun dihadiri sedikit peserta, acara tetap berjalan dengan penuh semangat dan menghasilkan ide-ide brilian tentang AutoGardening.

Ini dia makerspace-nya

Ini dia makerspace-nya

Sebelum acara dimulai, kami makan siang dulu di Cafe De Laris sambil berdiskusi tentang acara-acara Make.Do.Nia. Tentu seru karena wadah untuk maker berskala nasional ya baru Make.do.nia ini dan mereka banyak memiliki agenda-agenda yang seru.

Makan siang sebelum Show and Tell

Makan siang sebelum Show and Tell

Setelah itulah baru acara “Show and Tell” dilakukan. Banyak sekali ide-ide brilian saat kami mendiskusikan Garduino, dari membuatnya sebagai game, social gardening sampai ke penyajian produk jadi yang inovatif.

Show and Tell Garduino

Show and Tell Garduino

Sayangnya saya tidak bisa terlalu lama di sana, padahal sekitar jam 17 datang maker dari Jepang, yaitu Mr. Takasu Masakazu (@tks) dari Team Lab, Jepang. Semoga lain kesempatan bisa ngobrol lebih panjang dengan beliau.

Eh sebelum pulang saya dapat souvenir Tongsis (Tongkat Narsis) dari Make.Do.Nia dan stiker TeamLab dari Mr. Takasu. Terima kasih yaaa…

Berpose sejenak dengan Mr. Takasu sebelum

Berpose sejenak dengan Mr. Takasu sebelum

Singkat kata, seru deh acara-acaranya Make.Do.Nia. Kalau Anda punya jiwa maker juga, alangkah asyiknya jika bisa bergabung dengan Make.Do.Nia untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman dan juga saling menginspirasi.

Auto Gardening Part 2: The Circuit

Melanjutkan oprekan Auto Gardening, kali ini saya membenahi beberapa pin yang digunakan, terutama untuk optimasi jika kelak dibuatkan PCB. Selain itu saya menambahkan 3 tombol untuk interaksi, LED sebagai alert dan 3 buah pin analog untuk pengembangan lebih lanjut. Saat ini saya memprogram supaya LED berkedip saat suhu sekitar melebihi 28 derajat Celsius.

Sedangkan tiga pin analog tambahan bisa digunakan untuk sensor analog atau bisa juga digunakan untuk pin input/output digital biasa. Dengan keleluasaan ini, sebenarnya rangkaian ini bisa disebut platform karena ke-3 sensor yang sudah dipakai plus 3 pin tambahan bisa diatur dengan mudah via program. Rangkaian jadi lebih luwes dan modular.

4 nilai penginderaan

4 nilai penginderaan

Sebenarnya masih ada beberapa pin digital yang bisa digunakan. Mungkin kelak bisa ditambahkan header koneksi untuk piranti lain. Namun untuk saat ini saya pikir 3 buah pin analog sudah cukup.

Oh iya, saya mengubah pasokan daya untuk backlight LCD 16×2 menjadi dari pin PWM (DAC), yaitu dari pin D3. Maksudnya supaya kita bisa mematikan atau menyalakan backlight via pemrograman. Karena menggunakan pin PWM, kita bisa menerangkan atau meredupkannya via pemrograman. Saat ini di code saya set supaya setelah 5 menit tidak ada penekanan tombol, maka backlight akan meredup perlahan sampai nilai 10. Jadi nilai-nilai masih bisa nampak, hanya backlight-nya redup. Penekanan sembarang tombol akan menyalakan backlight. Keren kan?

Rangkaian Auto Gardening

Rangkaian Auto Gardening

Dari segi rangkaian, tampaknya saat ini sampai segini dulu. Selanjutnya akan dikembangkan code. Ternyata pemrogramannya tidak kalah seru, malah tambah njelimet, terlebih jika kita ingin menambahkan fitur-fitur keren seperti peredupan otomatis layar, mode-mode setup, penulisan setting ke EEPROM, dan lain-lain. Pada oprekan Pot Elektronik 84 LCD malah saya tambahkan fitur proteksi pompa air. Tentu saja nantinya akan saya pakai juga fitur ini.

Kalau ada masukan/saran atau pertanyaan, jangan sungkan untuk menuangkannya di komentar. Salam.

Auto Gardening Part 1

Rencananya saya diminta memberikan “Show and tell” di Make.do.nia sabtu depan. Topiknya adalah Garduino. Masalahnya adalah Garduino versi 1 (Agustus 2012) sudah terbengkalai semenjak saya mengembangkan Pot Elektronik berjudul Nge-Pot 85 dan Nge-Pot 84 with LCD. Jika saya membawakan materi Nge-Pot 85 dan Nge-Pot 84 with LCD, dipastikan akan sulit dipahami mengingat keduanya menggunakan microcontroller ATTiny. Jadi saya pun memutuskan untuk merekonstruksi Garduino versi 2014.

Versi baru ini saya beri jejuluk “Auto Gardening”. Rencananya akan dibuat lebih advance dari yang sudah-sudah. Namun berbeda dengan versi terdahulu, saya memilih menggunakan otak Arduino Nano yang mungil. Untungnya semua perkakas & komponen masih utuh di tas ransel saya yang tertinggal di Bekasi.

Kelebihannya apa dibanding dengan versi terdahulu? Kurang lebih berikut yang terpikir saat ini. Mungkin nanti dalam perjalanannya akan ditambahkan.

  1. Menggunakan Arduino Nano yang lebih mungil.
  2. Memiliki sensor yang lengkap, yaitu Soil Moisture Sensor, Digital Humidity & Temperature, Ambil Light Sensor.
  3. Memiliki modul display dengan LCD 16×2 untuk memonitor sensor-sensor.
  4. Modul display juga digunakan untuk mengeset nilai-nilai ambang (threshold) yang akan memicu aktuator. Nilai-nilai ambang ini disimpan di EEPROM Arduino.
  5. Target sampai sabtu depan adalah untuk menyalakan pompa air saja, namun ke depannya bisa ditambahkan penyalaan grow light dan kipas angin.
  6. Dll…
All sensors

All sensors

Progress sampai hari ini adalah merangkaikan 3 sensor, yaitu Soil Moisture Sensor, DHT11, Ambient Light Sensor, dan menampilkan nilai-nilainya ke LCD 16×2.

Direncanakan besok akan ditambahkan code untuk interface pengesetan nilai-nilai ambang. Untuk itu diperlukan 3 buah tombol, yaitu untuk masuk ke mode SETUP, tombol UP dan DOWN.

Sebenarnya sih kepikiran untuk membuat PRESET nilai ambang sesuai tanaman yang akan dikelola, misalnya preset tanaman kering, tanaman sejuk, tanaman dingin, dll. Jadi user tidak perlu njelimet ngeset parameternya sendiri.

Baiklah, untuk sementara sekian dulu catatannya. Nanti kita sambung lagi ke bagian 2.

Valentine Day Light

Sebentar lagi tanggal 14 Februari, yang berarti akan Valentine Day. Di hari penuh kasih sayang itu, sudah saatnya Anda memberikan kado spesial bagi orang yang Anda cintai. Jika Anda suka ngoprek elektronika, mungkin kado SIWL! (Say it with Light!) akan terasa istimewa, apalagi jika itu Anda buat sendiri.

Up and running

Up and running

Selain simbol hati yang blink-blink, kita bisa membuat kalimat bergulir di SIWL! ini. Ungkapkan perasaan Anda dengan cahaya!

~~~

Terkait:
~ Say it with Light! (Release 1)
~ Say it with Light! Show your heart!
~ Video Say it with Light (youtube)