Mengganti String Gitar Elektrik dengan Tremolo Floyd Rose

Rasanya sudah bertahun-tahun gitar elektrikku teronggok begitu saja. Dan ternyata dawai-nya sudah berkarat. Kalau dimainkan hanya membuat jemari sakit. Jadi saya pun membeli dawai gitar untuk menggantikannya.

Saya membeli string Ernie Ball 3121 yang diperkuat titanium. Tertulis kalau dawai ini anti karat. Wow… Saya beli yang ukuran 10-46. Padahal snar gitar bawaan Cort X-6 saya pakai ukuran 09 dengan 3 per terpasang. Untunglah Cort X-6 membawakan cadangan 1 per tambahan jika gitar dipasangi senar lebih tebal.

snar01

Continue reading

Mengganti Potensiometer Tone Push Pull Gitar

Rasanya sudah bertahun-tahun gitar saya nganggur. Saya cuma menyimpannya di tas gitar biasa. Dan ternyata itu tidak baik. Tas ini tidak mampu melindungi gitar dengan baik. Gitar masih bisa terbentur. Dan ketika saya menyimpan beberapa efek di kantongnya, ternyata itu membawa efek buruk juga bagi gitar.

Hingga ketika saya lihat kondisi gitar, ternyata potensiometer volume dan tone tidak bisa diputar lagi. Nampaknya bengkok karena tertekan kain tas, atau karena terbentur, atau karena efek yang saya jejalkan di kantong tas. Malangnya ketika saya paksa putar tone-nya malah putus. Sedangkan potensiometer volume masih bisa berputar walau pun seret.

cort01

Lebih malang lagi karena potensiometer tone tipenya push pull dengan resistensi A500K. Sebuah tipe yang tidak mudah dicari. Saya mencari di beberapa toko elektronik tidak dijual.

Continue reading

Main Pacman di Google Maps

Membaca berita “Google Maps turned your streets into Pac-Man today”, saya pun langsung mencoba berkunjung ke Google Maps. Di kiri bawah peta saya jumpai icon besar untuk main Pacman.

Jepretan Layar 2015-04-01 pada 1.39.17 PM

Sayangnya saat saya klik ada pesan kalau peta saya kurang besar untuk bermain Pacman. Sehingga kemudian di-load peta default Pacman.

Jepretan Layar 2015-04-01 pada 1.40.04 PM

Peta pun berubah menjadi area bermain Pacman. Cara mainnya adalah dengan menekan tombol atas, bawah, kanan dan kiri. Seperti main video game jaman saya masih mudah (ceileee). Ayo mainkan hari ini, mungkin besok sudah tidak aktif.

RAID 0 Dengan USB Flash Disk di Mac OS X

Terinspirasi dari beberapa video di Youtube, saya pun mencoba membuat RAID 0 (striping) yang terdiri dari 2 buah USB Flashdisk di Apple MacBook Air saya. Kebetulan saya punya 2 buah USB Flashdisk versi 2.0 dengan kapasitas 8 GB. Kedua flashdisk ini memang bukan flashdisk yang punya kecepatan tinggi. Namun jika dikonfigurasikan sebagai RAID 0, bagaimana ya performanya?

Dan… Mac OS X memang keren, dia sudah dibekali dengan utility drive yang bisa membuat drive RAID dengan beberapa konfigurasi. Dan itu semua bisa dilakukan dengan mudah.

2usb

Sebelum membuat konfigurasi RAID, saya mencoba melakukan benchmark kecepatan USB flashdisk dengan Blackmagic Disk Speed Test. Dalam test ini saya menggunakan file system Mac OS Extended Journalised.

Hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Kecepatan menulis untuk ke-2 flashdisk tersebut berkisar antara 4-4.5 MB/s. Sedangkan kecepatan bacanya berkisar antara 24.5-26 MB/s. Berikut screencapture dari salah satu USB Flashdisk.

Jepretan Layar 2015-03-30 pada 1.41.34 PM

Lalu saya pun membuat RAID 0 (striping) yang menggabungkan 2 flashdisk tersebut menjadi 1 drive. Kapasitasnya jadi 2 kali dengan kecepatan baca menulis meningkat. Referensi untuk level RAID bisa dibaca di: Standard RAID Levels.

Jepretan Layar 2015-03-30 pada 1.52.00 PM

Bagaimana dengan kecepatannya? Mari kita lihat performanya dengan Blackmagic. Oh iya, saya menggunakan stress 1 GB.

Jepretan Layar 2015-03-30 pada 1.52.32 PM

Dari beberapa kali test, kecepatan menulisnya meningkat antara 6.0-7.7 MB/s. Sedangkan kecepatan membacanya melejit ke angka 48.3-48.6 MB/s.

Kesimpulannya, konfigurasi RAID 0 dengan 2 buah USB Flashdisk memang bisa meningkatkan kinerja tulis dan baca selain meningkatkan kapasitas penyimpanannya. Jika kelak saya punya USB flashdisk versi 3.0, mungkin saya akan mencoba mengkonfigurasikannya sebagai RAID 0 juga.

Mari Kita Palak Facebook, Google dan Youtube #premanisme

Pagi ini saya membaca 2 berita yang menurut saya tidak lucu sama sekali, yaitu:

~ Pemerintah Selama Ini Diperdaya Perusahaan Online Asing (OkeZone)
~ Indonesia Harus Tutup Facebook, Google, dan YouTube (OkeZone)

Menurut ke-2 artikel tersebut, perusahaan online asing seperti Facebook, Google, Youtube, dll, memperoleh pendapatan dari masyarakat Indonesia dan oleh karenanya harus memiliki badan hukum di Indonesia dan harus membangun infrastruktur di Indonesia. Jika tidak, maka layanan mereka harus diblokir di Indonesia. Wacana yang awalnya digagas salah satu operator selular Indonesia ini pun kemudian diamini oleh Teguh Prasetya, Ketua Dewan Pakar Indonesia ICT Forum.

Mungkin wacana ini tampak indah, apalagi diperkirakan dapat menjadi sumber pemasukan devisa bagi negara Indonesia. Tapi bila hal ini dilakukan dengan paksaan yang didasari motif keuangan, rasanya kok jadi preman yang sedang mencoba memalak korbannya ya?

Apalagi Teguh Prasetya membenarkan diri dengan memberikan contoh China dan India yang berani memblokir layanan perusahaan asing, padahal kasusnya kan beda jauh, tidak sama, motif-nya beda.

Mungkin kita belum sadar bahwa di dunia maya (internet) ini batas geografis dan negara telah tertembus dengan sedemikian mudahnya. Bisa saja kita menerapkan kebijakan lokal, bahkan memaksakannya ke dunia global, tapi mungkin perlu juga dilakukan dengan cara yang elegan.

Secara pribadi, saya sangat setuju jika ada manfaat yang diperoleh negara Indonesia dari kemajuan teknologi dan internet, namun mungkin tidak perlu dengan cara premanisme seperti ini. Saya hanya khawatir jika image Indonesia menjadi buruk. Jangan sampai kita dikenal sebagai bangsa preman.

Apple New MacBook Memang Keren, Tapi…

Kita semua pasti tahu kalau belum lama ini Apple memperkenalkan notebook tipisnya berjuluk The New MacBook. New MacBook memang mempesona para penggemarnya karena New MacBook ukurannya sangat kecil dan ringan. Ketebelannya cuma 13.1 mm sedangkan beratnya kurang dari 1 kg. Walau pun lebih ringan dan kecil dari pada MacBook Air 11″, New MacBook telah dibekali layar 12″ dengan display Retina. Resolusinya cukup tinggi, yaitu 2304×1440. Kejutan lain adalah karena New MacBook hadir dengan 3 pilihan warna, yaitu Gold, Silver dan Space Gray.

Jepretan Layar 2015-03-22 pada 4.07.17 PM

Apple sangat berupaya keras membangunkan kembali seri MacBook yang kelasnya di antara MacBook Air dan MacBook Pro ini supaya kembali bersinar demi mengalahkan para pesaingnya yang belakangan sangat agresif mengeluarkan laptop ultra tipis dengan berbagai variasi bentuk, bahkan mampu berubah bentuk. Untuk itu Apple mendefinisikan ulang beberapa hal supaya tujuannya tercapai, seperti penggunaan port USB-C yang kecil, berkecepatan sangat tinggi, bisa terbalik mencolokkannya, bisa digunakan untuk berbagai hal seperti transfer data, koneksi ke piranti lain bahkan untuk mengisi baterai laptop.

Apple sangat menggantungkan koneksinya hanya pada 1 USB-C ini. Tidak ada port koneksi lain. Tidak ada port USB 3.0, Mini DisplayPort yang selama ini jadi andalan Apple, bahkan pengisiannya tidak melalui port MagSafe 2. Di sisi kanan cuma ada lubang untuk audio dan 2 lubang kecil microphone dan noise cancellation.

Continue reading