Saya mendapatkan cerita ini dari Pak Sofian. Rasanya saya perlu membagikan cerita ini karena sangat bagus & sangat memotivasi.
Dalam sebuah perlombaan renang sedunia, ada sebuah tim renang dari sebuah negara yang sangat mendominasi perolehan medali. Hampir semua perlombaan dimenangkan oleh negara ini. Apa yang dilakukan sang pelatih dan bagaimana cara melatihnya sehingga dapat membuat semua anggota tim sedemikian superiornya?
Rupanya sang pelatih renang tidak melatih para perenangnya dengan cara biasa seperti yang biasa dilakukan oleh para pelatih renang. Saat melatih para perenang, dia melepaskan seekor buaya kecil di belakang para perenang. Dengan begitu setiap perenang akan berenang secepatnya dan sebaik-baiknya untuk menghindari buaya kecil tersebut.
Demikian juga kita saat berenang dalam kehidupan kita. Jika kita melalui hidup ini dengan “biasa-biasa” saja, kita tidak akan mampu berbuat yang terbaik. Tetapi seandainya di belakang kita ada “buaya”, biasanya kita baru mampu berbuat yang terbaik.
Buaya-buaya itu manifestasinya bisa macam-macam, misalnya keluarga, anak, pacar, suami/istri, orang tua, dll. Intinya harus ada “buaya-buaya” yang dapat memotivasi kita untuk dapat berbuat lebih dan yang terbaik dari biasanya.
Jadi, janganlah kita hidup biasa-biasa saja. Temukan “buaya-buaya” di belakang kita dan berbuatlah yang terbaik.