Buaya Kecil Di Belakang Kita
Saya mendapatkan cerita ini dari Pak Sofian. Rasanya saya perlu membagikan cerita ini karena sangat bagus & sangat memotivasi.
Dalam sebuah perlombaan renang sedunia, ada sebuah tim renang dari sebuah negara yang sangat mendominasi perolehan medali. Hampir semua perlombaan dimenangkan oleh negara ini. Apa yang dilakukan sang pelatih dan bagaimana cara melatihnya sehingga dapat membuat semua anggota tim sedemikian superiornya?
Rupanya sang pelatih renang tidak melatih para perenangnya dengan cara biasa seperti yang biasa dilakukan oleh para pelatih renang. Saat melatih para perenang, dia melepaskan seekor buaya kecil di belakang para perenang. Dengan begitu setiap perenang akan berenang secepatnya dan sebaik-baiknya untuk menghindari buaya kecil tersebut.
Demikian juga kita saat berenang dalam kehidupan kita. Jika kita melalui hidup ini dengan “biasa-biasa” saja, kita tidak akan mampu berbuat yang terbaik. Tetapi seandainya di belakang kita ada “buaya”, biasanya kita baru mampu berbuat yang terbaik.
Buaya-buaya itu manifestasinya bisa macam-macam, misalnya keluarga, anak, pacar, suami/istri, orang tua, dll. Intinya harus ada “buaya-buaya” yang dapat memotivasi kita untuk dapat berbuat lebih dan yang terbaik dari biasanya.
Jadi, janganlah kita hidup biasa-biasa saja. Temukan “buaya-buaya” di belakang kita dan berbuatlah yang terbaik.



April 18th, 2008 at 8:10 am
Asal jangan dikejar buaya darat, ya? He…he… becanda…
Seharusnya buaya itu ada di dalam diri kita sendiri, jadi berbuat terbaik bukan karena dikejar buaya (baca: terpaksa) tapi karena memang kita harus berkarya untuk hasil terbaik. So orang-orang yang kita cintai juga menikmati karya kita.
April 21st, 2008 at 11:14 am
Hehehe… pilih dikejar buaya darat atau lintah darat? Hehehe… becanda juga…
Iya, seyogyanya kita tidak menganggap buaya kecil tersebut sebagai ancaman atau paksaan, tetapi sebagai mitra sukses dalam berkarya untuk menghasilkan yang terbaik demi orang-orang yang kita cintai.
GBU
April 22nd, 2008 at 4:53 pm
Waaaaaaaa……….
Syusyah itu, boss………
Soale sayah kan mbahe buaya….
Itu buaya kecil nyang dibelakang malah pada ketakutan sama sayah….
April 25th, 2008 at 11:08 am
Ceritanya boleh saya jiplak gak bro ?
Uapik tenan, lumayan buat dibagi2
ke teman-teman ….
Tak tambahi link dewo wes, woke ?
April 25th, 2008 at 12:49 pm
Hehehe… mbahe buaya dilawan…
~~~
@ dear Dophin,
Boleh kok, Bro. Silakan saja.
Thanks for the link.
Salam.
May 5th, 2008 at 6:26 pm
Buaya y memotivasi ?? inspiring banget..tak terfikir selamai ini ya, ketemunya selalu buaya darat siy..