Menjadi Manager SDM & Marketing
Setiap kali rapat koordinasi dengan para manager dan project leader, saya selalu mengingatkan kepada para pemimpin untuk selalu menjadi manajer SDM/HRD dan juga sebagai marketing. Tidak dapat dipungkiri bahwa secara langsung para pemimpin tersebut berlaku pula sebagai pengelola SDM (sumber daya manusia) dalam lingkup yang terbatas, yaitu di lingkup departemen/divisi. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan SDM tersebut.
Sebagai pemimpin, selain mengelola SDM dalam lingkup pekerjaannya, mereka juga harus bertanggung jawab terhadap kinerja anak buah. Mereka harus turut memikirkan tentang masa depan anak buahnya. Mereka harus dapat membimbing dan mendidik anak buah demi kebaikan anak buah dan mereka sendiri. Perlu pemikiran yang serius untuk mengatasi masalah-masalah kinerja yang kurang atau pun terhambat dari para anak buah. Jika perlu, mereka dapat mengajukan permohonan training atau program pengembangan yang lain.
Perlu waktu untuk menumbuhkan rasa sosial di pekerja dan juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan kepada para pekerja yang berkutat di bidang teknis yang kesehariannya berkutat dengan mesin. Tetapi itu bukan alasan untuk tidak menumbuhkan para pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya berorientasi terhadap hasil kerja individual, tetapi juga dalam tim kerja dengan orientasi yang lebih luas lagi, yaitu dalam lingkup perusahaan atau yang lebih besar lagi dari pada itu, yaitu negara atau pun global.
Wah, rasanya saya terlalu muluk. Tetapi saat ini perlu lah membangun jiwa kepemimpinan walau dalam lingkup yang terbatas.
Kemudian saya juga selalu menekankan agar setiap orang juga harus mampu bertindak sebagai marketing. Maklumlah, memasarkan suatu produk teknologi (dalam hal ini software) tidak semudah menjual produk konsumsi. Ini karena software di masyarakat masih belum dipandang perlu selain juga belum banyak dimengerti manfaat dan kegunaannya. Masih banyak masyarakat yang gaptek (gagap teknologi) yang bahkan masih merasa takut bersentuhan dengan teknologi.
Nah, para pekerja TIK juga harus mampu mengedukasi masyarakat sebagai salah satu langkah dalam pemasaran. Mereka harus dapat menjadi agen TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang baik. Ini tidak berlebihan karena mereka adalah penguasa teknologi itu sendiri. Dan proses edukasi ini harus bisa juga dilakukan oleh mereka.
Selain sudah alamiah, proses edukasi ini juga dapat membantu kegiatan marketing. Terutama jika tenaga pemasaran sangat terbatas di perusahaan.
Jadikanlah SDM di perusahaan menjadi SDM yang terbaik karena kesuksesan perusahaan mutlak ditentukan oleh SDM, SDM dan SDM.


