Unboxing dan Review Singkat Samson Meteor Mic

Setelah biasanya saya merekam suara untuk video tutorial dengan mic internal MacBook Air atau pakai mic dari headset, akhirnya saya memutuskan membeli microphone yang lebih serius, yaitu Samson Meteor Mic. Mengapa saya memilih mic ini? Hem… ada 2 alasan utama. Pertama, dia sudah USB, berarti sudah memiliki interface digital sendiri. Kedua, harganya termasuk murah untuk produk microphone USB.

samson01

Di dalam dus terdapat microphone dengan 3 kaki menyatu yang terlipat, kantong penyimpan, kabel USB, dan kertas panduan. Tidak ada CD driver karena ketika dicolokkan ke laptop via kabel USB sudah langsung dikenali oleh Mac OS X Yosemite. Selain Mac OS X, mic ini kompatibel dengan MS Windows. Mestinya Ubuntu pun akan otomatis mengenalinya.


samson02

Selain untuk merekam suara, mic ini bisa diberdayakan untuk video/audio chat atau voice command.

Asyiknya adalah karena mic ini dikenali sebagai piranti input dan output. Jika fitur output diaktifkan di komputer, Anda bisa mendengarkan suara dari jack headphone yang telah disediakan di bagian belakang.

Kakinya menyatu. Menopang dengan kokoh.

Kakinya menyatu. Menopang dengan kokoh.

Di bagian depan terdapat pengatur volume. Di tengahnya bisa ditekan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan microphone. Jika aktif, maka lampunya akan menyala biru. Jika tidak aktif, maka lampu akan menyala amber.

Bagian belakang terdapat port USB dan jack headphone

Bagian belakang terdapat port USB dan jack headphone

Di bagian belakang terdapat colokan headphone dan port USB. Praktis ya? Karena kita bisa mencolokkan headphone langsung di microphone ini. Bayangkan jika headphone harus dicolokkan ke komputer yang berarti kita tidak bisa menjauh dari komputer. Dengan menghubungkan headphone ke mic, kita bisa merekam suara sambil berdiri.

samson05

Di bagian bawah mic terdapat ulir untuk stand microphone biasa. Kalau dipasang di stand mic biasa, berarti stand bawaan meteor mesti dilipat. Saya tidak tahu apakah jika dilipat akan mengganggu kepekaan mic atau tidak.

Samsom menyediakan aplikasi khusus untuk noise cancellation, yaitu Sound Deck yang mesti didownload di samsontech.com/sounddeck.

Saat saya coba menangkap suara saya dengan mic ini dan mendengar dari headphone, suara terdengar lebih jelas dan nge-bass. Beda banget jika direkam dari speaker internal MacBook Air atau dari headset biasa. Jadi pangling suara sendiri (gubrak).

Sayangnya ketika posisi volume di mic saya putar maksimal, terdengar ada noise walau pun tidak keras. Mungkin karena saya belum meng-install Sound Deck.

Menurut saya mic ini keren. Dengan harga tidak terlalu mahal sudah bisa mendapatkan kualitas dan fitur yang baik.

Terkait:
~ Meteor Mic – USB Studio Condenser Microphone

6 thoughts on “Unboxing dan Review Singkat Samson Meteor Mic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *