Archive for the ‘Family’ Category

Toples Kaca Dan Isinya

Friday, June 6th, 2008

Cerita ini saya dengar dari radio dan sangat bagus sehingga saya merasa perlu untuk menceritakan ulang di sini.

Seorang dosen pada suatu saat mengajar di sebuah kelas. Pada kesempatan tersebut si dosen memperlihatkan sebuah toples kaca kepada para mahasiswanya.

“Toples kaca ini kosong dan saya akan mengisi toples ini dengan batu-batu.” Kata si dosen sambil mengambil batu-batu ukuran sedang ke dalam toples kaca tersebut sampai batu-batu tersebut mencapai bibir toples.

“Apakah toples ini telah penuh?” Tanya si dosen sambil mencoba memasukkan sebuah batu dengan harapan masih bisa masuk. Tetapi si dosen tidak bisa memasukkannya lagi.

“Sudah penuh, Pak.” Serentak para mahasiswa menjawab.

“Benarkah?” Tanya si dosen sambil mengambil kerikil dari bawah mejanya dan kemudian memasukkannya ke dalam toples. Kerikil-kerikil tersebut masuk menyelinap di antara batu-batu yang telah dimasukkan sebelumnya,

(more…)

Antara Keluarga dan Karir, Pilihan Sulit Bagi Wanita Karir

Tuesday, April 8th, 2008

Saya banyak menemui wanita karir yang bekerja sekaligus menjadi ibu rumah tangga. Tidak terkecuali ibu (dulu saat masih bekerja) dan kedua kakak perempuan saya yang demikian, yaitu memiliki profesi ganda, sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Banyak polemik yang terjadi, terutama di dalam keluarganya sendiri. Sering kali sang ibu dihadapkan kepada pilihan sulit untuk memilih antara fokus di keluarga & tidak bekerja, atau total menjadi wanita karir & meninggalkan keluarganya menjadi berantakan.

Sering kali masalah ini menjadi polemik berkepanjangan dan tidak jarang berakhir di PHK (pemutusan hubungan keluarga, hehehe…). Syukurlah hal ini tidak terjadi di ibu dan kedua kakak saya. Sebenarnya banyak sekali keluarga yang tidak perlu memilih satu dari kedua pilihan sulit ini. Banyak yang bisa sukses, baik di karir mau pun di keluarga. Mereka mendapatkan keduanya sekaligus.

Untuk itulah diperlukan kerja sama yang harmonis antara suami dan istri untuk mengelola rumah tangga secara bersama-sama. Juga untuk menjaga keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan.

Dalam kasus ibu saya, pada akhirnya ibu memilih untuk menjadi 100% ibu rumah tangga. Dan ibu sukses menjadi ibu rumah tangga yang baik. Kedua kakak saya tetap menjalani kehidupan di dua dunia, yaitu di keluarga dan karir. Dan mereka termasuk berhasil dalam mengelola kedua dunia tersebut. Sedangkan saya? Hehehe… kami sudah membagi tugas yang jelas dimana saya harus berjuang di karir dan istri total mengelola keluarga.