Category Archives: Kliniku.net

Membuat Aggregat Berita Kesehatan

Sebenarnya sudah banyak software untuk membaca berita, tapi saya ingin membuat versi saya sendiri dengan berita-berita yang memang saya sukai (atau yang cenderung saya minati). Dan tentu saja berbasis web sehingga saya bisa membaca dari mana saja, kapan saja, dengan piranti apa saja.

Sebelumnya saya pernah membuat aggregat campuran beberapa jenis berita yang saya minati. Namun tampilannya sederhana dan teknik fetching beritanya lambat. Makanya saya membuat aggregat baru yang relatif lebih cepat tekniknya.

Saya membuatnya di: sehat.kliniku.net yang akan menampilkan berita-berita kesehatan dan gaya hidup. Saya sengaja memisahkan 2 aplikasi, yg pertama untuk mengambil berita-berita sedangkan yg ke-2 untuk menampilkannya. Mesin pengambil berita saya jadwalkan mengecek dan menyimpan berita setiap 1 jam sekali. Jika ada berita baru, maka sistem akan mengecek apakah sudah tersimpan di database atau belum. Jika belum, maka akan ditambahkan. Jika sudah, maka lewati.

Continue reading

Benchmarking Kecepatan Network Backup Kliniku.NET

Kalau kemarin saya mencoba mem-benchmark kecepatan server utama Kliniku.NET, maka sekarang saya mencoba melakukannya di server backup Kliniku.NET. Berbeda dengan server utama yang terletak di Indonesia, server backup terletak di Singapura. Berikut hasil benchmark-nya.

backup_klinikunet_speedtest

Tercatat bahwa kecepatan download mencapai 804.32 Mbps. Sedangkan kecepatan upload 317.54 Mbps. Sebagai catatan, ini adalah kecepatan real yang bakal selalu terpengaruh dari banyak sedikitnya user yang mengakses sistem. Jadi setiap waktu hasil bisa berbeda.

Namun dengan catatan waktu tersebut, kita dapat lihat bahwa jaringan backup cukup dapat diandalkan.

Dashboard Kliniku.net

Salah satu fitur menarik dari kliniku.net adalah dashboard-nya. Pada dashboard ditampilkan grafik transaksi harian dalam bulan berjalan. Jadi nantinya pemilik/manajemen Klinik/RS dapat memonitor laju pertumbuhan kliniknya.

10629781_10152494073594620_8459241343915218279_n

Grafik-grafik ini sangat penting untuk menyikapi trend transaksi Klinik/RS. Apakah strategi marketing Klinik/RS sudah tepat? Atau perlu ditingkatkan atau malah diganti? Atau perlu marketing ke cakupan area yang lebih luas?

Dan jangan lupa, peran dokter sangat menentukan. Dokter yang terkenal akan sangat menentukan ramai tidaknya Klinik/RS. Dokter terkenal ini sering dikategorikan sebagai Dokter Star.

Dengan dashboard, Anda dapat melihat dinamika ini.

shellshock

Lindungi Server Anda dari Shellshock

Sempat heboh ketika ditemukan bugs di bash yang disebut sebagai Shellshock. Kerentanan ini dapat mengakibatkan server di-eksploit sehingga kendali atas server bisa direbut hacker. Dan kerentanan ini terdapat di sangat banyak server mengingat sebagian besar server menggunakan OS Linux atau turunan Unix yang menggunakan bash.

Saya pun mencoba mengetest beberapa server dan ternyata memang benar, ada kerentanan. Langsung saja saya lakukan update ke server-server kami.

shellshock

Mengenai apa itu Shellshock, cara mengetest kerentanan dan bagaimana mengatasinya dapat merujuk ke artikel berikut: How to Protect your Server Against the Shellshock Bash Vulnerability.

Kerentanan ini sangat berbahaya. Anda harus segera melakukan perbaikan sebelum di-eksploitasi oleh hacker/cracker.

Weekend Ngoprek

Setelah seminggu di Bekasi, Jumat sore kemarin saya pulang ke Tangerang. Ternyata kamera Nikon saya ketinggalan di rumah Ibunda. Alamat mati gaya nih di akhir pekan. Hiks…

Tidak mau mati gaya, saya pun ngoprek Cubieboard 2. Saya mencoba meng-upgrade OS Si Cubie dari Lubuntu/Linaro 13.04 menjadi 14.04. Proses upgrade lancar walau pun memakan waktu lama. Namun petaka itu terjadi, setelah reboot Si Cubie tidak mau hidup. Dia cuma nge-blank, gak tau apa yang bikin error secara layar tidak verbose. Hiks… kurang asem…

Lantas saya pun mencoba menginstall OS Ubuntu server 14.04 di NAND flash-nya via LiveSuite. Beberapa kali gagal. Begitu saya pindah port USB di laptop berhasil. Aneh, hehehe… Tapi kesulitan berikutnya menghadang, rupanya OS tidak dibekali utility wpa_supplicant. Alhasil Si Cubie tidak bisa terkoneksi ke internet via dongle Wi-Fi. Bisa mati gaya nih Si Cubie!

Tidak patah arang, saya pun mencoba menyalin wpa_supplicant dan library-librarynya dari kartu memori-nya Raspberry Pi ke Cubie. Tantangannya adalah karena saya tidak tahu depedency-nya secara tidak terkoneksi ke internet, maka instalasi via apt-get tidak bisa dilakukan. Jadi saya pakai sistem trial-error. Colok dongle wi-fi, periksa error, perbaiki error, coba lagi. Untungnya file konfigurasi (interfaces dan wpa.conf) sudah saya simpan dari sesi ngoprek tempo hari jadi bisa mengurangi kesulitan.

Continue reading