<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Emanuel Setio Dewo</title>
	<atom:link href="http://setiodewo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://setiodewo.com</link>
	<description>The Art of Personal Development</description>
	<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:31:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sisfo Kampus ASP (Application Service Provider)</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/07/14/sisfo-kampus-asp/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/07/14/sisfo-kampus-asp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Selama beberapa minggu ini kami sedang mempersiapkan Sisfo Kampus ASP (Application Service Provider). Untuk mewujudkan hal ini, kami bekerja sama dengan Aplikanusa Lintasarta.
Sebelumnya, di akhir tahun 2007, tim Sisfo Kampus telah merintis ASP untuk 9 perguruan tinggi yang berada dalam 1 naungan lembaga. Dan kerja sama dengan Lintasarta akan memperluas jaringan ASP dari Sisfo Kampus.
Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama beberapa minggu ini kami sedang mempersiapkan <a href="http://sisfokampus.net"title="Sisfo Kampus OSS"  target="_blank" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/sisfokampus.net');">Sisfo Kampus</a> ASP (Application Service Provider). Untuk mewujudkan hal ini, kami bekerja sama dengan Aplikanusa Lintasarta.</p>
<p>Sebelumnya, di akhir tahun 2007, <a href="http://sisfokampus.wordpress.com"title="Blog Tim Sisfo Kampus"  target="_blank" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/sisfokampus.wordpress.com');">tim Sisfo Kampus</a> telah merintis ASP untuk 9 perguruan tinggi yang berada dalam 1 naungan lembaga. Dan kerja sama dengan Lintasarta akan memperluas jaringan ASP dari Sisfo Kampus.</p>
<p>Dengan Sisfo Kampus ASP, maka Sisfo Kampus menjadi tersedia bagi perguruan tinggi se-Indonesia. Nantikan Sisfo Kampus ASP dan rasakan manfaatnya.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/07/14/sisfo-kampus-asp/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Toples Kaca Dan Isinya</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/06/06/toples-kac-dan-isinya/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/06/06/toples-kac-dan-isinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 01:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini saya dengar dari radio dan sangat bagus sehingga saya merasa perlu untuk menceritakan ulang di sini.
Seorang dosen pada suatu saat mengajar di sebuah kelas. Pada kesempatan tersebut si dosen memperlihatkan sebuah toples kaca kepada para mahasiswanya.
&#8220;Toples kaca ini kosong dan saya akan mengisi toples ini dengan batu-batu.&#8221; Kata si dosen sambil mengambil batu-batu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Cerita ini saya dengar dari radio dan sangat bagus sehingga saya merasa perlu untuk menceritakan ulang di sini.</em></p>
<p>Seorang dosen pada suatu saat mengajar di sebuah kelas. Pada kesempatan tersebut si dosen memperlihatkan sebuah toples kaca kepada para mahasiswanya.</p>
<p>&#8220;Toples kaca ini kosong dan saya akan mengisi toples ini dengan batu-batu.&#8221; Kata si dosen sambil mengambil batu-batu ukuran sedang ke dalam toples kaca tersebut sampai batu-batu tersebut mencapai bibir toples.</p>
<p>&#8220;Apakah toples ini telah penuh?&#8221; Tanya si dosen sambil mencoba memasukkan sebuah batu dengan harapan masih bisa masuk. Tetapi si dosen tidak bisa memasukkannya lagi.</p>
<p>&#8220;Sudah penuh, Pak.&#8221; Serentak para mahasiswa menjawab.</p>
<p>&#8220;Benarkah?&#8221; Tanya si dosen sambil mengambil kerikil dari bawah mejanya dan kemudian memasukkannya ke dalam toples. Kerikil-kerikil tersebut masuk menyelinap di antara batu-batu yang telah dimasukkan sebelumnya,</p>
<p><span id="more-30"></span>Melihat hal tersebut, para mahasiswa tersenyum.</p>
<p>&#8220;Apakah toples ini telah penuh?&#8221; Tanya si dosen ketika dia tidak dapat lagi memasukkan kerikil kecil ke dalam toples tersebut karena celah-celah di antara batu-batu telah terisi kerikil kecil.</p>
<p>Beberapa mahasiswa menjawab &#8220;sudah&#8221; dan sebagian lagi menjawab &#8220;belum.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benarkah?&#8221; Tanya si dosen mengusik kebimbangan para mahasiswanya. Menanggapi kebimbangan tersebut, si dosen kemudian mengambil pasir dari bawah mejanya dan mulai mengisi toples tersebut dengan pasir. Rupanya pasir tersebut mampu menelusup di antara celah-celah kerikil dan mulai memadati toples kaca tersebut.</p>
<p>&#8220;Apakah toples ini sudah penuh?&#8221; Tanya si dosen sekali lagi.</p>
<p>Seperti sebelumnya, sebagian mahasiswa menjawab &#8220;sudah&#8221; dan sebagian lagi menjawab &#8220;belum.&#8221; Tetapi terlihat beberapa mahasiswa yang tidak menjawab dan hanya tersenyum dan berpikir.</p>
<p>&#8220;Mari kita coba untuk mengisinya lagi.&#8221; Ajak si dosen sambil mengambil air dari bawah mejanya. Kemudian si dosen menuangkan air ke dalam toples kaca tersebut sampai luber.</p>
<p>&#8220;Apakah sudah penuh?&#8221; tanya si dosen sambil tersenyum.</p>
<p>Kali ini para mahasiswa sepakat menjawab &#8220;sudah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Apa yang telah kalian pelajari dari peristiwa barusan?&#8221; tanya si dosen dengan serius.</p>
<p>Beberapa mahasiswa mengutarakan pendapatnya. Ada yang berpendapat bahwa kita harus mampu mengelola jadwal kegiatan, ada yang menjawab bahwa kita harus mampu mengelola prioritas, dan lain-lain.</p>
<p>&#8220;Mari kita coba simpulkan bersama-sama.&#8221; Ajak dosen setelah menerima beberapa pendapat dari para mahasiswanya.</p>
<p>&#8220;Apakah kita bisa mengisi toples kaca ini dengan benda-benda yang telah kita masukkan barusan tetapi dengan urutan yang dibalik?&#8221; Tanya si dosen mengajak para mahasiswanya berpikir kritis.</p>
<p>&#8220;Tidak bisa, Pak!&#8221; serentak para mahasiswa menjawab.</p>
<p>&#8220;Ya, benar. Kita tidak akan bisa mengisi toples ini dengan benda-benda yang barusan kita masukkan dengan urutan terbalik. Jika yang pertama kali kita masukkan adalah air sampai toples ini penuh, apakah kita kemudian bisa memasukkan pasir tanpa menumpahkan air? Apakah ketika toples ini telah terisi pasir sampai penuh, dapatkah kita memasukkan kerikil? Bagaimana dengan batu-batu ini? Pasti kita tidak akan dapat memasukkannya.&#8221;</p>
<p>Kemudian si dosen meneruskan penjelasannya, &#8220;Demikian juga dengan hidup kita. Apakah kita bisa mengisi hidup kita dengan hal-hal yang besar sementara hidup kita sudah penuh dengan hal-hal kecil?&#8221;</p>
<p>Para mahasiswa di kelas mulai menyadari intisari cerita dari si dosen.</p>
<p>Hidup kita ini terbatas. Kita harus memprioritaskan perkara-perkara besar dan mengisi hidup kita dengan perkara besar terlebih dahulu, baru kemudian perkara yang kecil-kecil.</p>
<p>Perkara besar yang dimaksud bisa saja berupa impian besar kita, keluarga kita, kehidupan kita, dan hal-hal besar lainnya. Barulah kemudian kita memasukkan hal-hal yang lebih kecil kemudian.</p>
<p>Semoga cerita ini dapat bermanfaat. Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/06/06/toples-kac-dan-isinya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari NOL</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/05/26/langkah-jitu-memulai-bisnis-dari-nol/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/05/26/langkah-jitu-memulai-bisnis-dari-nol/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 12:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<category><![CDATA[Library]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Buku tentang kewirausahaan sudah banyak beredar. Banyak di antaranya yang bagus dan cukup memotivasi jiwa kewirausahaan kita. Salah satunya adalah buku berjudul &#8220;Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari NOL.&#8221; Buku karangan Bambang Suharno ini termasuk buku yang laris sehingga berhak menyandang label &#8220;Best Seller&#8221; di sampul bukunya.
Tidak berlebihan jika buku ini menyandang label Best Seller karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://setiodewo.com/wp-content/uploads/2008/05/memulai-bisnis-0.jpg" ><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-29 alignright" style="float: right;" title="memulai-bisnis-0" src="http://setiodewo.com/wp-content/uploads/2008/05/memulai-bisnis-0-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Buku tentang kewirausahaan sudah banyak beredar. Banyak di antaranya yang bagus dan cukup memotivasi jiwa kewirausahaan kita. Salah satunya adalah buku berjudul &#8220;<strong>Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari NOL</strong>.&#8221; Buku karangan <strong>Bambang Suharno</strong> ini termasuk buku yang laris sehingga berhak menyandang label <em>&#8220;Best Seller&#8221;</em> di sampul bukunya.</p>
<p>Tidak berlebihan jika buku ini menyandang label <em>Best Seller</em> karena buku ini memang bagus. Terutama memotivasi kita untuk segera bergerak dan tidak menunda apa pun dalam memulai suatu bisnis.</p>
<p>Bagi Anda yang masih ragu-ragu dalam memulai bisnis sendiri, buku ini sangat layak bagi Anda. Selain membangkitkan motivasi, buku ini juga menjelaskan bagaimana bisnis itu dijalankan dengan baik.</p>
<p>Selamat membaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/05/26/langkah-jitu-memulai-bisnis-dari-nol/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Manager SDM &#038; Marketing</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/05/16/menjadi-manager-sdm-marketing/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/05/16/menjadi-manager-sdm-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali rapat koordinasi dengan para manager dan project leader, saya selalu mengingatkan kepada para pemimpin untuk selalu menjadi manajer SDM/HRD dan juga sebagai marketing. Tidak dapat dipungkiri bahwa secara langsung para pemimpin tersebut berlaku pula sebagai pengelola SDM (sumber daya manusia) dalam lingkup yang terbatas, yaitu di lingkup departemen/divisi. Karena merekalah yang bersentuhan langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali rapat koordinasi dengan para manager dan project leader, saya selalu mengingatkan kepada para pemimpin untuk selalu menjadi manajer SDM/HRD dan juga sebagai marketing. Tidak dapat dipungkiri bahwa secara langsung para pemimpin tersebut berlaku pula sebagai pengelola SDM (sumber daya manusia) dalam lingkup yang terbatas, yaitu di lingkup departemen/divisi. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan SDM tersebut.</p>
<p>Sebagai pemimpin, selain mengelola SDM dalam lingkup pekerjaannya, mereka juga harus bertanggung jawab terhadap kinerja anak buah. Mereka harus turut memikirkan tentang masa depan anak buahnya. Mereka harus dapat membimbing dan mendidik anak buah demi kebaikan anak buah dan mereka sendiri. Perlu pemikiran yang serius untuk mengatasi masalah-masalah kinerja yang kurang atau pun terhambat dari para anak buah. Jika perlu, mereka dapat mengajukan permohonan training atau program pengembangan yang lain.</p>
<p><span id="more-27"></span>Perlu waktu untuk menumbuhkan rasa sosial di pekerja dan juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan kepada para pekerja yang berkutat di bidang teknis yang kesehariannya berkutat dengan mesin. Tetapi itu bukan alasan untuk tidak menumbuhkan para pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya berorientasi terhadap hasil kerja individual, tetapi juga dalam tim kerja dengan orientasi yang lebih luas lagi, yaitu dalam lingkup perusahaan atau yang lebih besar lagi dari pada itu, yaitu negara atau pun global.</p>
<p>Wah, rasanya saya terlalu muluk. Tetapi saat ini perlu lah membangun jiwa kepemimpinan walau dalam lingkup yang terbatas.</p>
<p>Kemudian saya juga selalu menekankan agar setiap orang juga harus mampu bertindak sebagai marketing. Maklumlah, memasarkan suatu produk teknologi (dalam hal ini software) tidak semudah menjual produk konsumsi. Ini karena software di masyarakat masih belum dipandang perlu selain juga belum banyak dimengerti manfaat dan kegunaannya. Masih banyak masyarakat yang gaptek (gagap teknologi) yang bahkan masih merasa takut bersentuhan dengan teknologi.</p>
<p>Nah, para pekerja TIK juga harus mampu mengedukasi masyarakat sebagai salah satu langkah dalam pemasaran. Mereka harus dapat menjadi agen TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang baik. Ini tidak berlebihan karena mereka adalah penguasa teknologi itu sendiri. Dan proses edukasi ini harus bisa juga dilakukan oleh mereka.</p>
<p>Selain sudah alamiah, proses edukasi ini juga dapat membantu kegiatan marketing. Terutama jika tenaga pemasaran sangat terbatas di perusahaan.</p>
<p>Jadikanlah SDM di perusahaan menjadi SDM yang terbaik karena kesuksesan perusahaan mutlak ditentukan oleh SDM, SDM dan SDM.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/05/16/menjadi-manager-sdm-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buaya Kecil Di Belakang Kita</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/04/18/buaya-kecil-di-belakang-kita/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/04/18/buaya-kecil-di-belakang-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 01:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/2008/04/18/buaya-kecil-di-belakang-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendapatkan cerita ini dari Pak Sofian. Rasanya saya perlu membagikan cerita ini karena sangat bagus &#38; sangat memotivasi.
Dalam sebuah perlombaan renang sedunia, ada sebuah tim renang dari sebuah negara yang sangat mendominasi perolehan medali. Hampir semua perlombaan dimenangkan oleh negara ini. Apa yang dilakukan sang pelatih dan bagaimana cara melatihnya sehingga dapat membuat semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendapatkan cerita ini dari <a href="http://jsofian.wordpress.com" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/jsofian.wordpress.com');">Pak Sofian</a>. Rasanya saya perlu membagikan cerita ini karena sangat bagus &amp; sangat memotivasi.</p>
<blockquote><p>Dalam sebuah perlombaan renang sedunia, ada sebuah tim renang dari sebuah negara yang sangat mendominasi perolehan medali. Hampir semua perlombaan dimenangkan oleh negara ini. Apa yang dilakukan sang pelatih dan bagaimana cara melatihnya sehingga dapat membuat semua anggota tim sedemikian superiornya?</p>
<p>Rupanya sang pelatih renang tidak melatih para perenangnya dengan cara biasa seperti yang biasa dilakukan oleh para pelatih renang. Saat melatih para perenang, dia melepaskan seekor buaya kecil di belakang para perenang. Dengan begitu setiap perenang akan berenang secepatnya dan sebaik-baiknya untuk menghindari buaya kecil tersebut.</p></blockquote>
<p>Demikian juga kita saat berenang dalam kehidupan kita. Jika kita melalui hidup ini dengan &#8220;biasa-biasa&#8221; saja, kita tidak akan mampu berbuat yang terbaik. Tetapi seandainya di belakang kita ada &#8220;buaya&#8221;, biasanya kita baru mampu berbuat yang terbaik.</p>
<p>Buaya-buaya itu manifestasinya bisa macam-macam, misalnya keluarga, anak, pacar, suami/istri, orang tua, dll. Intinya harus ada &#8220;buaya-buaya&#8221; yang dapat memotivasi kita untuk dapat berbuat lebih dan yang terbaik dari biasanya.</p>
<p>Jadi, janganlah kita hidup biasa-biasa saja. Temukan &#8220;buaya-buaya&#8221; di belakang kita dan berbuatlah yang terbaik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/04/18/buaya-kecil-di-belakang-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Keluarga dan Karir, Pilihan Sulit Bagi Wanita Karir</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/04/08/antara-keluarga-dan-karir/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/04/08/antara-keluarga-dan-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 02:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/2008/04/08/antara-keluarga-dan-karir/</guid>
		<description><![CDATA[Saya banyak menemui wanita karir yang bekerja sekaligus menjadi ibu rumah tangga. Tidak terkecuali ibu (dulu saat masih bekerja) dan kedua kakak perempuan saya yang demikian, yaitu memiliki profesi ganda, sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Banyak polemik yang terjadi, terutama di dalam keluarganya sendiri. Sering kali sang ibu dihadapkan kepada pilihan sulit untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya banyak menemui <a href="http://lyntrias.wordpress.com" target="_blank" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/lyntrias.wordpress.com');">wanita karir</a> yang bekerja sekaligus menjadi <a href="http://chocovanilla.wordpress.com" target="_blank" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/chocovanilla.wordpress.com');">ibu rumah tangga</a>. Tidak terkecuali ibu (dulu saat masih bekerja) dan kedua kakak perempuan saya yang demikian, yaitu memiliki profesi ganda, sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Banyak polemik yang terjadi, terutama di dalam keluarganya sendiri. Sering kali sang ibu dihadapkan kepada pilihan sulit untuk memilih antara fokus di keluarga &amp; tidak bekerja, atau total menjadi wanita karir &amp; meninggalkan keluarganya menjadi berantakan.</p>
<p>Sering kali masalah ini menjadi polemik berkepanjangan dan tidak jarang berakhir di PHK (pemutusan hubungan keluarga, hehehe&#8230;). Syukurlah hal ini tidak terjadi di ibu dan kedua kakak saya. Sebenarnya banyak sekali keluarga yang tidak perlu memilih satu dari kedua pilihan sulit ini. Banyak yang bisa sukses, baik di karir mau pun di keluarga. Mereka mendapatkan keduanya sekaligus.</p>
<p>Untuk itulah diperlukan kerja sama yang harmonis antara suami dan istri untuk mengelola rumah tangga secara bersama-sama. Juga untuk menjaga keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan.</p>
<p>Dalam kasus ibu saya, pada akhirnya ibu memilih untuk menjadi 100% ibu rumah tangga. Dan ibu sukses menjadi ibu rumah tangga yang baik. Kedua kakak saya tetap menjalani kehidupan di dua dunia, yaitu di keluarga dan karir. Dan mereka termasuk berhasil dalam mengelola kedua dunia tersebut. Sedangkan saya? Hehehe&#8230; kami sudah membagi tugas yang jelas dimana saya harus berjuang di karir dan istri total mengelola keluarga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/04/08/antara-keluarga-dan-karir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>13 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Manajer dan Cara Menghindarinya</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/03/28/13-kesalahan-fatal-yang-dilakukan-manajer-dan-cara-menghindarinya/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/03/28/13-kesalahan-fatal-yang-dilakukan-manajer-dan-cara-menghindarinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 17:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/2008/03/28/13-kesalahan-fatal-yang-dilakukan-manajer-dan-cara-menghindarinya/</guid>
		<description><![CDATA[Belajar dari kesalahan? Mengapa tidak? Kalau biasanya kita selalu belajar hal-hal yang baik dan bagaimana mencapainya, maka buku yang menarik ini justru mengajak kita belajar dari kesalahan-kesalahan dan bagaimana menghindarinya.
Buku &#8220;13 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Manajer dan Cara Menghindarinya&#8221; karya W. Steven Brown ini mendaftarkan tiga belas kesalahan fatal yang sering kali dilakukan oleh para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/setiodewo/2245558073/" title="13 Fatal Errors Managers by Emanuel Setio Dewo, on Flickr" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/www.flickr.com');"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2388/2245558073_0c9b28896c_t.jpg" alt="13 Fatal Errors Managers" align="right" height="75" width="100" /></a>Belajar dari kesalahan? Mengapa tidak? Kalau biasanya kita selalu belajar hal-hal yang baik dan bagaimana mencapainya, maka buku yang menarik ini justru mengajak kita belajar dari kesalahan-kesalahan dan bagaimana menghindarinya.</p>
<p>Buku <strong>&#8220;13 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Manajer dan Cara Menghindarinya&#8221;</strong> karya <strong>W. Steven Brown</strong> ini mendaftarkan tiga belas kesalahan fatal yang sering kali dilakukan oleh para manajer. Suatu analisis menarik dan realitis tentang praktek-praktek manajemen dan mismanajemen.</p>
<p><span id="more-24"></span>Berikut adalah ke-13 kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh para manajer seperti yang dibahas di buku tersebut:</p>
<ol>
<li>Tidak mau menerima tanggung jawab pribadi</li>
<li>Gagal mengembangkan anak buah</li>
<li>Mencoba mengendalikan hasil, bukan mengendalikan cara berpikir</li>
<li>Bergabung dengan kelompok yang keliru</li>
<li>Mengurus setiap orang dengan cara yang sama</li>
<li>Melupakan pentingnya laba</li>
<li>Berkonsentrasi pada masalah, bukannya tujuan</li>
<li>Menjadi teman, bukan bos</li>
<li>Gagal menetapkan standar</li>
<li>Gagal melatih anak buah Anda</li>
<li>Membiarkan ketidakcakapan</li>
<li>Hanya menghargai pencapai prestasi puncak</li>
<li>Berusaha memanipulasi anak buah</li>
</ol>
<p>Mari kita belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut dan berusaha menghindarinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/03/28/13-kesalahan-fatal-yang-dilakukan-manajer-dan-cara-menghindarinya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Gaya Kepemimpinan Anda?</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/03/25/bagaimanakah-gaya-kepemimpinan-anda/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/03/25/bagaimanakah-gaya-kepemimpinan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 01:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/2008/03/25/bagaimanakah-gaya-kepemimpinan-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Saat mengikuti tech talk leadership yang dibawakan Pak Sofian, kami diberi angket untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan kami. Anda pun dapat menilai bagaimana gaya kepemimpinan Anda dengan mengisi angket berikut ini:

1. Ketika melimpahkan pekerjaan:
a. Saya memberitahukan dengan jelas langkah demi langkah apa yang harus dikerjakan dan bagaimana cara melakukannya.
b. Saya jelaskan dengan spesifik mengenai apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat mengikuti <em>tech talk</em> leadership yang dibawakan <a href="http://jsofian.wordpress.com" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/jsofian.wordpress.com');">Pak Sofian</a>, kami diberi angket untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan kami. Anda pun dapat menilai bagaimana gaya kepemimpinan Anda dengan mengisi angket berikut ini:</p>
<p><span id="more-23"></span><br />
<strong>1. Ketika melimpahkan pekerjaan:</strong><br />
a. Saya memberitahukan dengan jelas langkah demi langkah apa yang harus dikerjakan dan bagaimana cara melakukannya.<br />
b. Saya jelaskan dengan spesifik mengenai apa yang perlu diselesaikan dan memberikan pedoman bagaimana cara melakukannya.<br />
c. Saya berbagi visi mengenai apa yang semestinya dihasilkan. Saya bersedia (siap) membantu, namun saya membiarkan mereka memutuskan bagaimana melakukannya.<br />
d. Saya tidak turut campur dalam pengerjaan tugas dan membiarkan mereka menyelesaikannya.</p>
<p><strong>2. Ketika mereka (orang lain) membutuhkan bantua:</strong><br />
a. Saya memcari tahu apa masalahnya dan memberitahukan dengan jelas bagaimana cara mengatasinya.<br />
b. Saya mencari tahu apa yang dibutuhkan dan memberikan bimbingan serta bantuan.<br />
c. Saya mencari tahu apa yang dibutuhkan dan menawarkan saran-saran jika mereka meminta pendapat saya.<br />
d. Saya membiarkan mereka memecahkannya sendiri sehingga mereka dapat belajar dari pengalaman.</p>
<p><strong>3. Ketika timbul suatu masalah:</strong><br />
a. Saya perbaiki masalah tersebut, untuk itulah saya dibayar.<br />
b. Saya berikan arahan mengenai apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki masalah tersebut dan membantu mengatasinya bersama-sama.<br />
c. Saya minta masukan (saran-saran) dan memberikan rekomendasi yang diperlukan.<br />
d. Saya membiarkan mereka memecahkannya dengan masing-masing.</p>
<p><strong>4. Ketika menyajikan hasil kerja kami kepada orang lain:</strong><br />
a. Saya mewakili tim kerja<br />
b. Saya bekerja sama dengan tim untuk memastikan siapa yang menyajikan apa dan bagaimana caranya.<br />
c. Saya memberikan kesempatan pada orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut untuk melakukan presentasi.<br />
d. Tim kerja dapat melakukannya sendiri.</p>
<p><strong>5. Ketika saya memberikan umpan balik:</strong><br />
a. Saya menunjukkan secara spesifik kesalahan apa yang telah dilakukan dan memberitahukan dengan tegas apa yang harus dilakukan untuk mengubahnya.<br />
b. Saya memberi tahu mereka apa yang baik dan yang buruk atas apa yang telah mereka kerjakan.<br />
c. Saya memastikan bahwa mereka dapat memantau kemajuan yang telah dicapai dan menerima umpan balik yang akurat atas pekerjaan mereka.<br />
d. Mereka mengerti apa yang mereka lakukan. Saya tidak perlu memberikan umpan balik.</p>
<p><strong>6. Sebagai seorang pemimpin:</strong><br />
a. Saya memantau pekerjaan anggota tim saya dengan seksama dan memberitahukan mereka bagaimana caranya untuk lebih efisien.<br />
b. Saya bekerja sama dengan anggota tim kerja saya untuk memastikan agar mereka bisa lebih efisien.<br />
c. Saya membantu anggota tim kerja mencari berbagai cara untuk lebih efisien dan memberikan informasi tambahan yang dapat mereka gunakan.<br />
d. Saya biarkan anggota tim kerja menyadari ketidakefisienan mereka dan membuat perubahan yang mereka kehendaki bila diperlukan.</p>
<p><strong>7. Ketika keputusan harus dibuat:</strong><br />
a. Anggota tim saya harus melakukannya melalui saya.<br />
b. Saya bekerja untuk membantu anggota tim saya untuk membuat lebih banyak keputusan mereka sendiri.<br />
c. Anggota tim saya membuat keputusan untuk hal-hal yang berada dalam batas pedoman, namun mengeceknya pada saya untuk hal-hal yang berada di luar garis pedoman tersebut.<br />
d. Saya biarkan anggota tim saya menghasilkan keputusan sendiri secara bebas tanpa bimbingan dari saya.</p>
<p><strong>8. Sebagai seorang pemimpin:</strong><br />
a. Saya menelusuri secara ketat siapa saja yang bekerja, kapan mereka tiba di kantor dan kapan mereka pulang.<br />
b. Saya menyusun jadwal dengan seksama untuk memastikan kesiagaan dan kecakupannya.<br />
c. Saya biarkan anggota tim saya mengatur jadwal mereka sendiri, namun berusaha mengkoordinir mereka agar bekerja sama.<br />
d. Anggota tim saya melakukan apa pun yang mereka inginkan kapan pun mereka mau.</p>
<p><strong>9. Sebagai seorang pemimpin:</strong><br />
a. Saya gunakan sebagian besar waktu saya untuk menangani permasalahan anggota tim saya.<br />
b. Saya memeriksa bersama anggota tim saya secara berkala untuk membantu mereka mengatasi tantangan yang mereka hadapi bila diperlukan.<br />
c. Saya menyediakan waktu-waktu khusus untuk menyelesaikan masalah bersama-sama dengan anggota tim.<br />
d. Saya sudah memiliki banyak urusan, saya tidak ada waktu untuk berurusan dengan masalah orang lain.</p>
<p><strong>10. Ketika saya harus pergi:</strong><br />
a. Kelihatannya tidak banyak yang dapat dilakukan bila saya tidak ada (pergi).<br />
b. Saya bekerja sama mereka untuk menentukan siapa yang akan mengerjakan apa dan kapan.<br />
c. Saya tahu apa yang sedang mereka kerjakan meskipun saya tidak terlibat banyak secara detail terhadap apa yang mereka lakukan.<br />
d. Seringkali saya &#8220;bertanya-tanya&#8221; apa yang sebernarnya mereka lakukan dengan waktu mereka.</p>
<p><strong>11. Ketika saya bekerja di bawah tekanan:</strong><br />
a. Saya buang beban di sekitar saya untuk membuat segala sesuatunya beres.<br />
b. Saya kumpulkan mereka (anggota tim) bersama-sama untuk memastikan bahwa kami akan menyelesaikannya.<br />
c. Saya berbagi mengenai apa yang sedang terjadi pada anggota tim dan menyemangati mereka atas pekerjaan mereka.<br />
d. Saya lemparkan masalah tersebut pada anggota tim saya dan membiarkan mereka melakukannya.</p>
<p>~~~</p>
<p><strong>Penilaian:</strong><br />
Jumlahkan berapa jawaban a/b/c/d yang telah Anda pilih. Berikut adalah gaya kepemimpinan Anda:<br />
a. Control<br />
b. Supervise<br />
c. Release<br />
d. Abandon</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/03/25/bagaimanakah-gaya-kepemimpinan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi: Mario Teguh Business Art</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/03/11/rekomendasi-mario-teguh-business-art/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/03/11/rekomendasi-mario-teguh-business-art/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 10:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/2008/03/11/rekomendasi-mario-teguh-business-art/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu acara TV favorit saya selain Extravaganza adalah Mario Teguh Business Art. Acara ini dikelola oleh Mario Teguh Super Club dan ditayangkan di TV O&#8217;Channel setiap hari Kamis (21:00-22:00) dan ditayangkan ulang pada hari Sabtu (20:00-21:00) dan Minggu (13:00-14:00). Kita dapat banyak pelajaran yang luar biasa di acara ini. Saya sangat merekomendasikan acara ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/setiodewo/2326581100/" title="Mario Teguh Business Art by Emanuel Setio Dewo, on Flickr" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/www.flickr.com');"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2054/2326581100_31b8d9acce_m.jpg" alt="Mario Teguh Business Art" align="right" height="185" width="240" /></a>Salah satu acara TV favorit saya selain Extravaganza adalah Mario Teguh Business Art. Acara ini dikelola oleh <a href="http://mtsuperclub.com" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/mtsuperclub.com');">Mario Teguh Super Club</a> dan ditayangkan di TV O&#8217;Channel setiap hari Kamis (21:00-22:00) dan ditayangkan ulang pada hari Sabtu (20:00-21:00) dan Minggu (13:00-14:00). Kita dapat banyak pelajaran yang luar biasa di acara ini. Saya sangat merekomendasikan acara ini untuk Anda tonton. Kita juga dapat membaca ringkasan topiknya di: <a href="http://mtsuperclub.com" onclick="javascript:pageTracker._trackVisit('/outbound/article/mtsuperclub.com');">sini</a></p>
<p>Selamat belajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/03/11/rekomendasi-mario-teguh-business-art/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>How To Be A Great Coach</title>
		<link>http://setiodewo.com/2008/03/05/how-to-be-a-great-coach/</link>
		<comments>http://setiodewo.com/2008/03/05/how-to-be-a-great-coach/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 16:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setiodewo.com/2008/03/05/how-to-be-a-great-coach/</guid>
		<description><![CDATA[Anda seorang pemimpin? Bagaimana gaya kepemimpinan Anda? Apakah Anda seperti seorang bos yang arogan? Atau seperti pelatih yang senantiasa bekerja bersama anggota tim?
Buku &#8220;How to Be a GREAT Coach&#8221; karangan Marshall J. Cook yang diterbitkan oleh BIP ini sangat baik bagi kita untuk berinterospeksi. Buku ini memaparkan 24 poin penting seputar peningkatan produktivitas pekerja. Diharapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda seorang pemimpin? Bagaimana gaya kepemimpinan Anda? Apakah Anda seperti seorang bos yang arogan? Atau seperti pelatih yang senantiasa bekerja bersama anggota tim?</p>
<p>Buku <b>&#8220;How to Be a GREAT Coach&#8221;</b> karangan <b>Marshall J. Cook</b> yang diterbitkan oleh BIP ini sangat baik bagi kita untuk berinterospeksi. Buku ini memaparkan 24 poin penting seputar peningkatan produktivitas pekerja. Diharapkan buku ini dapat menjadi acuan praktis untuk meningkatkan kinerja perusahaan.</p>
<p>Saya sendiri mendapat tantangan untuk mempelajari buku ini sekaligus mempersiapkannya untuk bahan <em>tech talk</em> internal perusahaan kami. Ini sekaligus ajang refleksi bagi diri saya sendiri dalam mempelajari dan menjalani tugas kepemimpinan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setiodewo.com/2008/03/05/how-to-be-a-great-coach/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
