Tag Archives: Ubuntu

Ikut Workshop IBM Power System

Kemarin kami mengikuti Workshop IBM Power8 di PT Avnet Datamation di Wisma BSG. Berikut adalah daftar acaranya:

1. Power System Introduction. Speaker: Ichsan Mulia Permata.
2. Aligning IT Capabilities for Enterprise Needs. Speaker: Nazario Pecho.
3. IBM Tools Demo. Speaker: Nazario Pecho.
4. Application Tuning Consideration. Speaker: Nazario Pecho.

power01

Sayangnya acara yang seharusnya 2 hari ini dipadatkan dalam 1 hari sehingga kami kurang dapat merasakan langsung power-nya. Namun demikian secara garis besar telah tergambar bahwa Power System dari IBM memang sangat powerful. Jika dibandingkan dengan server Intel Based, maka virtualisasi di Power Sytem mampu memaksa system berjalan di atas 70%. Bahkan telah dilakukan stress/load test sampai 100% tanpa membuat sistem down.

power02

Baca selengkapnya…

Backup Database MySQL Otomatis di Ubuntu Linux

Untuk urusan backup database MySQL, biasanya kami menggunakan script automysqlbackup. Namun ternyata automysqlbackup tidak bisa diinstal kalau kita menggunakan MySQL versi 5.6 karena masalah dependensi mysql-client.

Solusi terbaik adalah membuat script backup sendiri yang tidak ada dependensinya dengan library mysql-client. Dan kita bisa menggunakan perintah mysqldump bawaan mysql. Script di bawah ini diambil dari sini. Simpan script ini dengan nama mysql-backup.sh

#!/bin/bash
#Script to make a regular copy of a mysql database and gzip it into the SAVEDIR.

USER="root"
PASSWORD="passwordnya"
DATABASE="namadatabasenya"
SAVEDIR="/mysql/backup"

/usr/bin/nice -n 19 /usr/bin/mysqldump -u $USER --password=$PASSWORD --default-character-set=utf8 $DATABASE -c | /usr/bin/nice -n 19 /bin/gzip -9 > $SAVEDIR/$DATABASE-$(date '+%Y%m%d-%H').sql.gz

Tinggal sesuaikan parameter USER, PASSWORD, DATABASE dan SAVEDIR sesuai kebutuhan. Jangan lupa daftarkan script ini di crontab. Edit file /etc/crontab dengan perintah:

sudo nano /etc/crontab

Kemudian tambahkan baris berikut ini:

0  1     * * *     root      /home/dewo/mysql-backup.sh

Tentu sesuaikan direktorinya dengan dimana Anda menyimpan script mysql-backup. Pada contoh ini saya menjalankan mysql-backup.sh setiap jam 1:00. Anda bisa menyesuaikan jadwal backup ini.

Tablet Ubuntu?

IMG_20141027_111628_edit

Apakah ini Tablet dengan OS Ubuntu Touch? Ternyata bukan! Saya cuma remote ke laptop saya yang punya OS Ubuntu dengan VNC.

Tadinya saya berpikir bisa presentasi dengan laptop yang terhubung ke proyektor dan saya berdiri di tengah ruangan sambil menenteng tablet yang me-remote laptop saya. Tapi sayangnya ada beberapa kendala, yaitu:

1. Koneksi lambat sehingga tampilan di tablet nge-lag. Mungkin karena pakai koneksi wifi yang sinyalnya tidak maksimal dan kecepatannya tidak terlalu cepat?

2. Kontrol mouse di tablet kurang nyaman. Misalnya mau scroll untuk menggulung layar atau pun zoom in/out di google maps. Ternyata tidak bisa disimulasikan di touchscreen tablet. Hiks…

Alhasil terpaksa nantinya pakai cara biasa saja, yaitu pakai laptop saja.

Upgrade dan Update Server

Saat mengetest server utama terhadap kemungkinan kerentanan Shellshock, ternyata server co-location kami memiliki kerentanan ini. Update mau pun update parsial hanya bash tidak bisa dilakukan. Ternyata ada masalah di repository mengingat versi Ubuntu Server sudah ketinggalan jauh dan sudah tidak di-support oleh Ubuntu. Mau tidak mau saya harus upgrade Ubuntu ke versi yang lebih baru.

Pertama yang saya lakukan adalah memperbaiki repository supaya proses update berhasil. Beberapa repo yang error saya hilangkan dari daftar. Setelah update berhasil, maka tibalah saatnya melakukan upgrade versi dengan do-release-upgrade.

Rada deg-degan sih secara dulu pernah mencobanya tapi gagal. Kayaknya dulu karena saya belum perbaiki daftar repo-nya.

Shellshock_ab

Dan rupanya proses upgrade berlangsung lama banget. Mungkin karena koneksi internet co-location agak lambat terutama karena saya menggunakan repo di main server ubuntu yang mungkin pada saat-saat ini sedang banyak server yang update/upgrade.

Pagi ini ternyata proses upgrade masih berlangsung setelah semalaman ditinggal. Layanan email dan web dan lain-lain sempat terhenti selama 30 menit. Syukurlah kemudian dapat berhasil jalan lagi.

Setelah proses upgrade berhasil, saya pun mencoba lagi test vulnerability Shellshock. Ternyata sudah teratas. Syukurlah…

shellshock

Lindungi Server Anda dari Shellshock

Sempat heboh ketika ditemukan bugs di bash yang disebut sebagai Shellshock. Kerentanan ini dapat mengakibatkan server di-eksploit sehingga kendali atas server bisa direbut hacker. Dan kerentanan ini terdapat di sangat banyak server mengingat sebagian besar server menggunakan OS Linux atau turunan Unix yang menggunakan bash.

Saya pun mencoba mengetest beberapa server dan ternyata memang benar, ada kerentanan. Langsung saja saya lakukan update ke server-server kami.

shellshock

Mengenai apa itu Shellshock, cara mengetest kerentanan dan bagaimana mengatasinya dapat merujuk ke artikel berikut: How to Protect your Server Against the Shellshock Bash Vulnerability.

Kerentanan ini sangat berbahaya. Anda harus segera melakukan perbaikan sebelum di-eksploitasi oleh hacker/cracker.

Weekend Ngoprek

Setelah seminggu di Bekasi, Jumat sore kemarin saya pulang ke Tangerang. Ternyata kamera Nikon saya ketinggalan di rumah Ibunda. Alamat mati gaya nih di akhir pekan. Hiks…

Tidak mau mati gaya, saya pun ngoprek Cubieboard 2. Saya mencoba meng-upgrade OS Si Cubie dari Lubuntu/Linaro 13.04 menjadi 14.04. Proses upgrade lancar walau pun memakan waktu lama. Namun petaka itu terjadi, setelah reboot Si Cubie tidak mau hidup. Dia cuma nge-blank, gak tau apa yang bikin error secara layar tidak verbose. Hiks… kurang asem…

Lantas saya pun mencoba menginstall OS Ubuntu server 14.04 di NAND flash-nya via LiveSuite. Beberapa kali gagal. Begitu saya pindah port USB di laptop berhasil. Aneh, hehehe… Tapi kesulitan berikutnya menghadang, rupanya OS tidak dibekali utility wpa_supplicant. Alhasil Si Cubie tidak bisa terkoneksi ke internet via dongle Wi-Fi. Bisa mati gaya nih Si Cubie!

Tidak patah arang, saya pun mencoba menyalin wpa_supplicant dan library-librarynya dari kartu memori-nya Raspberry Pi ke Cubie. Tantangannya adalah karena saya tidak tahu depedency-nya secara tidak terkoneksi ke internet, maka instalasi via apt-get tidak bisa dilakukan. Jadi saya pakai sistem trial-error. Colok dongle wi-fi, periksa error, perbaiki error, coba lagi. Untungnya file konfigurasi (interfaces dan wpa.conf) sudah saya simpan dari sesi ngoprek tempo hari jadi bisa mengurangi kesulitan.

Continue reading